ETIKA PROFESI AKUNTAN DALAM ESG REPORTING & GREENWASHING
Kata Kunci:
Etika Profesi, Akuntan, ESG, Greenwashing, Pelaporan Keberlanjutan, POJK 51/2017, TransparansiAbstrak
Seiring dengan bertambahnya perhatian terhadap Elemen Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG), laporan yang menyoroti keberlanjutan telah menjadi sarana penting untuk mempertanggungjawabkan, yang didukung oleh peraturan seperti POJK No. 51/2017. Akan tetapi, praktik greenwashing penyampaian informasi ESG yang menyesatkan atau tidak benar menyebabkan keraguan tentang laporan dan kepercayaan dari para pemangku kepentingan. Dalam era digital yang penuh kompleksitas dan tuntutan pengakuan, validitas informasi non-finansial sangat bergantung pada peran krusial akuntan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki posisi etis akuntan dalam meningkatkan keterbukaan laporan ESG, menganalisis tantangan regulasi dan praktik yang ada di Indonesia, serta mencari solusi untuk mengurangi aktivitas greenwashing. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan melakukan kajian literatur yang sistematis dan analisis konten dari berbagai jurnal lokal serta internasional, laporan keberlanjutan perusahaan di sektor manufaktur dan layanan keuangan, serta norma etika profesi yang disusun oleh AICPA dan IFAC. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap laporan ESG di Indonesia cukup baik, meskipun ada variasi dalam kualitas informasi yang disampaikan. Etika profesi yang mencakup prinsip integritas, objektivitas, dan profesionalisme dianggap sebagai dasar yang penting untuk menghindari distorsi informasi dan ketidaksesuaian antara laporan dan kinerja nyata. Selain itu, efektivitas dalam mengurangi greenwashing terbukti meningkat dengan keterlibatan auditor eksternal dalam memastikan mutu ESG, penguatan tata kelola internal, dan pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk mendeteksi inkonsistensi data. Etika dalam akuntansi tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral, tetapi juga sebagai alat utama dalam menjaga keaslian laporan keberlanjutan. Penanaman nilai-nilai baik dalam budaya perusahaan, peningkatan standar audit yang independen, dan penyesuaian terhadap kemajuan teknologi digital adalah langkah penting untuk membangun sistem ESG yang otentik dan transparan di Indonesia.




