PERBANDINGAN PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL MENGGUNAKAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) & SINGLE INDEX MODEL (SIM) PADA SAHAM IDX SHARIA GROWTH PERIODE 2022 – 2024
Kata Kunci:
Portofolio Optimal, CAPM, Single Index Model, IDX Sharia Growth, Pasar Modal SyariahAbstrak
Pertumbuhan pesat jumlah investor di pasar modal syariah Indonesia mendorong kebutuhan akan strategi investasi yang mampu memaksimalkan return sekaligus meminimalkan risiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pembentukan portofolio optimal dengan menggunakan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM) dan Single Index Model (SIM) pada saham-saham yang tergabung dalam indeks IDX Sharia Growth periode November 2022–September 2024. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif dan komparatif. Sampel penelitian dipilih secara purposive dari 30 saham konstituen IDX Sharia Growth, hingga diperoleh 4 saham yang memenuhi kriteria: terdaftar secara konsisten, aktif diperdagangkan, memiliki laporan keuangan yang tersedia, serta memiliki nilai expected return positif. Keempat saham tersebut adalah AKRA, LPPF, PWON, dan ISAT. Hasil analisis dengan CAPM menunjukkan tiga saham efisien, yaitu LPPF, PWON, dan ISAT, yang kemudian membentuk portofolio optimal dengan proporsi dana masing-masing sekitar 33,7%, 32,8%, dan 33,5%, serta menghasilkan expected return portofolio sebesar ±0,49% per bulan dengan risiko sekitar 0,37%. Sementara itu, hasil penerapan SIM menunjukkan hanya satu saham yang memenuhi kriteria Excess Return to Beta (ERB) di atas Cut Off Point (C*) yaitu PWON, sehingga portofolio optimal SIM terdiri dari satu saham dengan bobot 100%, expected return sekitar 0,93% per bulan, dan risiko sekitar 0,46%. Perbandingan kedua metode mengindikasikan bahwa CAPM lebih menekankan diversifikasi dengan risiko lebih rendah, sedangkan SIM menghasilkan portofolio yang lebih terkonsentrasi dengan return lebih tinggi namun risiko juga lebih besar. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi investor syariah dalam memilih pendekatan pembentukan portofolio sesuai profil risiko, serta mendorong perusahaan yang belum masuk portofolio optimal untuk meningkatkan kinerja sahamnya.




