ANALISIS DANA OTONOMI KHUSUS DAN INDEKS PEMBANGUNAN GENDER TERHADAP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI PROVINSI ACEH 2020-2025

Penulis

  • Evillia Nadara Politeknik Negeri Lhokseumawe Penulis
  • Teuku Zulkarnain Politeknik Negeri Lhokseumawe Penulis
  • Fakriah Politeknik Negeri Lhokseumawe Penulis

Kata Kunci:

Dana Otonomi Khusus, Indeks Pembangunan Gender, Persentase Penduduk Miskin Sebagai Indikator Dari Pembangunan Berkelanjutan, Regresi Data Panel

Abstrak

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Dana Otonomi Khusus dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) terhadap pembangunan berkelanjutan yang diukur menggunakan persentase penduduk miskin pada kabupaten/kota di provinsi Aceh tahun 2020-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel. Jenis data panel yang digunakan adalah unbalanced panel. Berdasarkan hasil uji Hausman, model terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Otonomi Khusus berpengaruh positif dan signifikan terhadap persentase penduduk miskin dengan nilai koefisien sebesar 0,106014 dan probabilitas 0,0000. Indeks Pembangunan Gender berpengaruh negatif signifikan terhadap persentase penduduk miskin dengan nilai koefisien sebesar -1,323186 dan probabilitas 0,0000. Secara simultan, Dana Otonomi Khusus dan Indeks Pembangunan Gender  berpengaruh signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan dengan nilai prob(F-statistic) sebesar 0,000000. Nilai R- squared sebesar 0,983260 menunjukkan bahwa 98,32% variasi pembangunan berkelanjutan yang diukur menggunakan persentase penduduk miskin dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen dalam model penelitian.Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pembangunan gender mampu mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penurunan tingkat kemiskinan. Sementara itu, pengelolaan Dana Otonomi Khusus perlu ditingkatkan agar lebih efektif dan tepat sasaran dalam mendukung pengentasan kemiskinan di Provinsi Aceh.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-01