PERBEDAAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN PADA KEGIATAN SENI TARI DI TK HARAPAN ISLAMIYAH MEDAN
Kata Kunci:
Seni Tari Zapin, Kemampuan Motorik Kasar, Anak Usia 5-6 TahunAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kemampuan motorik kasar pada anak usia dini 5–6 tahun melalui kegiatan seni tari di TK Harapan Islamiyah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan True Experimental Design, tepatnya desain posttest only control group, yang digunakan untuk membandingkan dua kelompok. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 anak berusia 5–6 tahun. Sampel dipilih secara acak (random sampling), terdiri dari 10 anak kelas B1 (Kelas Saturnus) sebagai kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan, dan 10 anak kelas B2 (Kelas Jupiter) sebagai kelompok kontrol tanpa perlakuan. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi secara sistematis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan statistik parametrik melalui uji independent sample t-test. Sebelum melakukan uji t, dilakukan terlebih dahulu uji normalitas dan homogenitas untuk memastikan data memenuhi syarat analisis parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan motorik kasar antara anak yang menggunakan seni tari yaitu seni tari melayu Zapin dan yang tidak. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) dari uji t sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, melalui seni tari zapin terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Harapan Islamiyah Medan.




