DEIXIS ANALYSIS IN THE SHORT STORY “THE YELLOW WALL-PAPER” BY CHARLOTTE PERKINS STETSON

Penulis

  • Dwi Puspita Sari Universitas Nahdlatul Ulama Lampung Penulis
  • Ayu Ningtias Universitas Nahdlatul Ulama Lampung Penulis
  • Anggun Almahera Universitas Nahdlatul Ulama Lampung Penulis
  • Mida Lestari Universitas Nahdlatul Ulama Lampung Penulis
  • Sania Syarifatul Fadilah Universitas Nahdlatul Ulama Lampung Penulis
  • Eny Maulita Purnama Sari Universitas Nahdlatul Ulama Lampung Penulis

Kata Kunci:

Deiksis, Linguistik Sastra, Perspektif Naratif, Pragmatik, The Yellow Wall -Paper

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis dan fungsi deiksis dalam cerita pendek The Yellow Wall-Paper karya Charlotte Perkins Gilman melalui pendekatan pragmatik. Deiksis adalah konsep fundamental dalam pragmatik yang mengacu pada ekspresi linguistik yang maknanya bergantung pada faktor kontekstual seperti pembicara, waktu, tempat, wacana, dan hubungan sosial (Levinson, 1983; Yule, 1996). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi ekspresi deiksis dan menafsirkan makna kontekstualnya dalam narasi. Data dikumpulkan melalui teknik membaca kritis dan pencatatan sistematis, dengan fokus pada kata, frasa, dan klausa yang mengandung unsur deiksis. Data yang teridentifikasi kemudian diklasifikasikan ke dalam lima kategori deiksis: deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial, berdasarkan kerangka teoritis yang diusulkan oleh Levinson (1983) dan Yule (1996). Temuan menunjukkan bahwa deiksis persona adalah tipe yang paling dominan, khususnya penggunaan kata ganti orang pertama seperti saya dan aku. Dominasi ini menempatkan narator sebagai titik referensi deiktik sentral dan mencerminkan kemerosotan psikologisnya sepanjang cerita. Deiksis tempat menyoroti keterbatasan spasial, deiksis waktu menandai perkembangan ketidakstabilan mental, deiksis wacana mempertahankan kohesi naratif, dan deiksis sosial mengungkapkan dinamika kekuasaan patriarki yang tertanam dalam narasi. Secara keseluruhan, deiksis dalam karya ini berfungsi tidak hanya sebagai fitur linguistik referensial tetapi juga sebagai strategi naratif untuk membangun subjektivitas dan kritik sosial.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-01