THE INTEGRATION OF SEX EDUCATION IN HISTORY LEARNING THROUGH THE STUDY OF SUKUH TEMPLE
Kata Kunci:
Candi Sukuh, Lingga-Yoni, Pembelajaran Sejarah, Pendidikan SeksAbstrak
Artikel ini membahas simbol Lingga Yoni pada relief Candi Sukuh sebagai lambang kesuburan, keharmonisan hubungan, dan energi kreatif yang relevan untuk pembelajaran sejarah yang mengintegrasikan seks edukasi secara bertanggung jawab. Pembelajaran yang diusulkan menekankan penyampaian materi secara kontekstual tanpa menimbulkan kesan vulgar. Tujuan penelitian adalah merumuskan kerangka teoretis dan pedoman praktis bagi guru IPS agar mampu mengajarkan literasi seksual berbasis budaya lokal dengan tetap mempertahankan nilai-nilai etika dan kelestarian warisan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi lapangan di Candi Sukuh melalui observasi relief dan wawancara mendalam bersama juru kunci serta pengunjung. Gap study menunjukkan adanya hambatan etis dan kekhawatiran terhadap stigma yang menghalangi penyampaian materi pendidikan seksual dalam pembelajaran sejarah. Hasil temuan memperlihatkan bahwa simbol lingga hingga yoni bisa berfungsi sebagai media literasi tubuh, pembelajaran etika hubungan, dan seks edukasi yang sensitif terhadap budaya. Saat materi ini dikemas dalam narasi pembelajaran sejarah yang kontekstual, melalui kasus simbolik, tugas reflektif, dan pedoman komunikasi yang menghormati budaya, pembelajaran akan berjalan efektif. Penelitian menegaskan integrasi seks edukasi ini berpotensi memperkaya pemahaman sejarah lokal sekaligus membangun kapasitas guru menyampaikan konten sensitif secara bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan, mendukung pembelajaran yang kritis, etis, dan berlandaskan nilai budaya Candi Sukuh.




