KONTEKSTUALISASI SAHALA (WIBAWA) DARI FILOSOFI BATAK DALAM TERANG DOGMATIKA KRISTEN DAN IMPLIKASINYA BAGI KEHIDUPAN JEMAAT HKI KM. 12

Penulis

  • Antonio STT Abdi Sabda Medan Penulis
  • Pardomuan Munthe STT Abdi Sabda Medan Penulis

Kata Kunci:

Sahala, Teologi Dogmatika Kristen, Anugerah Allah, Budaya Batak

Abstrak

Penelitian ini membahas reinterpretasi konsep sahala dalam perspektif teologi dogmatika Kristen serta implikasinya bagi kehidupan jemaat HKI Km 12 Resort Dolok Masihul. Dalam tradisi Batak, sahala dipahami sebagai wibawa, kehormatan, atau kekuatan yang membuat seseorang dihormati dalam komunitas. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemahaman jemaat tentang sahala serta merefleksikan maknanya dalam terang ajaran Alkitab. Metode yang digunakan adalah mixed method, yaitu pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan tiga tokoh jemaat dan pendekatan kuantitatif melalui angket kepada 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaat umumnya memahami sahala sebagai bagian dari tradisi budaya Batak yang berkaitan dengan wibawa dan pengaruh sosial, namun juga mengaitkannya dengan berkat dan anugerah Allah. Dalam perspektif teologi Kristen, sahala dapat dipahami sebagai manifestasi anugerah Allah yang dinyatakan melalui karakter, integritas, dan pelayanan seseorang. Dengan demikian, reinterpretasi sahala dalam terang teologi Kristen dapat menjadi jembatan antara nilai budaya Batak dan ajaran iman Kristen.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-01