KEKUASAAN MENURUT LUKAS 9: 46-48

Penulis

  • Novrando Hutabarat Sekolah Tinggi Teologi Gereja Methodist Indonesia Penulis
  • Jandry Prayogi Sitorus Sekolah Tinggi Teologi Gereja Methodist Indonesia Penulis
  • Nicolas Saputra Togatorop Sekolah Tinggi Teologi Gereja Methodist Indonesia Penulis
  • Immanuel Pangaribuan Sekolah Tinggi Teologi Gereja Methodist Indonesia Penulis
  • Jefri Fernando Purba Sekolah Tinggi Teologi Gereja Methodist Indonesia Penulis

Kata Kunci:

Kekuasaan, Lukas 9:46–48, Kepemimpinan, Kerendahan Hati, Pelayanan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kekuasaan berdasarkan Lukas 9:46 48 serta implikasinya bagi kehidupan kepemimpinan dalam gereja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui pendekatan tafsir teks dengan memperhatikan latar belakang Injil Lukas, analisis bahasa Yunani, serta kritik teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan menurut ajaran Yesus berbeda dengan pemahaman umum manusia yang cenderung mengaitkannya dengan dominasi, kehormatan, dan kepentingan pribadi. Melalui peristiwa pertengkaran para murid tentang siapa yang terbesar, Yesus menghadirkan paradigma baru dengan menempatkan seorang anak kecil sebagai simbol kerendahan hati dan kesederhanaan. Kekuasaan dipahami sebagai amanah yang berasal dari Allah dan harus digunakan untuk melayani, terutama kepada mereka yang kecil dan terpinggirkan. Oleh karena itu, kepemimpinan Kristen menekankan sikap rendah hati, kesederhanaan, dan pelayanan sebagai wujud tanggung jawab terhadap kuasa yang dipercayakan. Gereja sebagai komunitas orang percaya dipanggil untuk meneladani Yesus dengan meninggalkan pola kekuasaan yang otoriter dan mengembangkan kepemimpinan yang melayani serta berorientasi pada kesejahteraan bersama.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-01