REKONSTRUKSI MATERI ADAB ISLAMI FASE F DI MADRASAH ALIYAH: MENYEIMBANGKAN KOMPETENSI AKADEMIK DAN KARAKTER DI ERA DIGITAL
Kata Kunci:
Adab Islami, Rekonstruksi Materi, Fase F, Kompetensi Akademik, Karakter Peserta DidikAbstrak
Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kompetensi akademik dan karakter peserta didik, terutama pada fase F (kelas XI-XII) di Madrasah Aliyah. Materi adab Islami dalam pembelajaran Akidah Akhlak memiliki peran strategis dalam menyeimbangkan keduanya, namun masih menghadapi kelemahan, seperti minimnya muatan adab digital, lemahnya integrasi adab dengan ilmu, dan kurangnya refleksi moral-spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis materi adab Islami pada fase F serta merumuskan rekonstruksi yang mampu menjawab tantangan era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber data diperoleh dari dokumen kurikulum (KMA No. 450/2024), buku ajar Akidah Akhlak kelas XI-XII Kemenag RI, kitab Ta'lim al-Muta'allim, serta artikel jurnal terindeks (2015-2026). Hasil penelitian mengidentifikasi empat kelemahan utama materi adab fase F: (1) lemahnya integrasi adab terhadap ilmu pengetahuan; (2) minimnya muatan adab digital; (3) kurangnya ruang refleksi moral-spiritual; (4) belum optimalnya pendekatan kontekstual. Rekonstruksi materi adab diarahkan pada penguatan adab terhadap ilmu dan guru, integrasi etika digital, pengembangan kepemimpinan sosial, serta internalisasi nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Kebaruan artikel ini terletak pada formulasi model rekonstruksi materi adab fase F berbasis konsep ta'dib dan kebutuhan kompetensi abad ke-21. Implikasinya, guru Akidah Akhlak perlu mengadopsi pendekatan kontekstual dan reflektif dalam mengajarkan adab.




