KAJIAN ANTROPOLOGI HUKUM TERHADAP TARIAN SAKORA DALAM KEHIDUPAN ADAT MASYARAKAT MUKOMUKO

Penulis

  • Rocky Eric Prianto Universitas Bengkulu Penulis
  • M. Rifki Aditiya Universitas Bengkulu Penulis
  • Mutiara Putri Suhada Universitas Bengkulu Penulis
  • Nia Susanti Universitas Bengkulu Penulis
  • Felix Putra Hasudungan Pasaribu Universitas Bengkulu Penulis

Kata Kunci:

Tarian Sakora, Hukum Adat, Living Law, Warisan Budaya, Mukomuko

Abstrak

Tarian Sakora merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari masyarakat Mukomuko di Provinsi Bengkulu, Indonesia. Tarian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mencerminkan nilai nilai hukum adat yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi Tarian Sakora sebagai manifestasi hukum adat serta mengkaji upaya penguatan eksistensinya melalui integrasi dengan hukum positif nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, meliputi peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan hukum adat serta pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarian Sakora mengandung nilai-nilai kolektif seperti kerja sama, penghormatan terhadap pemimpin adat, ketaatan pada norma adat, serta pemeliharaan keharmonisan sosial. Dalam perspektif sosiologi hukum, Tarian Sakora mencerminkan bentuk living law di mana norma adat hidup berdampingan dengan sistem hukum negara. Oleh karena itu, upaya pelestarian melalui kebijakan daerah, pendidikan budaya, dan dokumentasi menjadi penting untuk menjaga keberlanjutannya sebagai warisan budaya.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-01