RETURN ON EDUCATION (RoE) LULUSAN PENDIDIKAN FORMAL VERSUS LULUSAN KELAS AKSELERASI (CRASH COURSE) PADA SEKTOR TEKNOLOGI DIGITAL
Kata Kunci:
Return On Education, Pendidikan Formal, Kelas Akselerasi, Crash Course, Sektor Teknologi Digital, DisparitasAbstrak
Pertumbuhan pesat sektor teknologi digital di Indonesia telah memunculkan disparitas antara lulusan pendidikan formal dan kelas akselerasi (crash course) dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja (World Bank, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan Return on Education (RoE) antara kedua jalur pendidikan tersebut berdasarkan tingkat pengalaman kerja, relevansi kompetensi, dan tingkat upah. Berdasarkan hasil sintesis, ditemukan bahwa kelas akselerasi memberikan dampak positif pada produktivitas awal karena kurikulumnya yang praktis, terintegrasi dengan tuntutan industri, serta efisien dari segi waktu dan biaya investasi (Prafitasari & Wihastuti, 2023). Di sisi lain, pendidikan formal memberikan keunggulan komparatif berupa landasan teoritis yang kuat, adaptabilitas sektoral, dan prospek karir jangka panjang khususnya pada posisi manajerial, meskipun kurikulumnya tidak selalu spesifik pada satu sektor teknologi (Susilo et al., 2025). Secara keseluruhan, terdapat perbedaan struktural dalam capaian RoE, di mana kedua sistem ini bersifat komplementer (saling melengkapi) bergantung pada jenis pekerjaan dan kebutuhan industri. Untuk memaksimalkan investasi pendidikan dan meminimalkan kesenjangan keterampilan, kebijakan pengembangan sumber daya manusia digital di Indonesia direkomendasikan untuk mengadopsi sistem pendidikan hibrida yang mengintegrasikan ketelitian akademis pendidikan formal dengan relevansi praktis kelas akselerasi.




