BELANJA ONLINE SEBAGAI GAYA HIDUP: ANALISIS SOSIOLOGI EKONOMI SEBAGAI MAHASISWA PERANTAU UNIVERSITAS NEGRI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
Kata Kunci:
Belanja Online, Mahasiswa Perantau, Gaya Hidup, Pengeluaran, Sosiologi EkonomiAbstrak
Penelitian ini menganalisis bagaimana belanja online mahasiswa perantau di UIN Sunan Gunung Djati Bandung berubah dari sekadar penuhi kebutuhan sehari-hari jadi bagian gaya hidup, plus dampaknya ke pengelolaan duit pribadi dari sudut sosiologi ekonomi. Pakai metode kualitatif studi kasus, data dikumpul lewat wawancara mendalam sama mahasiswa yang rajin belanja di Shopee atau TikTok. Hasilnya, belanja online mereka intens banget, terutama makanan, fashion, dan skincare. Awalnya karena praktis, mudah, dan waktu mepet, tapi lama-lama jadi dipengaruhi medsos, tren, dan teman-teman bahkan bantu bentuk identitas dan boost rasa percaya diri. Tapi ada sisi buruknya dengan gampang konsumtif dan beli impulsif gara-gara promo, diskon, plus PayLater. Akibatnya, pengaturan keuangan berantakan pengeluaran online naik, kebutuhan pokok terabaikan, dan muncul rasa "duit banyak" karena transaksi digital. Intinya, belanja online ini campur aduk antara ekonomi, sosial, dan psikologis di kehidupan mereka.




