Pengaruh Psychological Capital, Job Burnout, Dan Perceived Supervisor Support Terhadap Turnover Intention Pada Karyawan PT ISS Indonesia Region Java 2 Surakarta
Kata Kunci:
Modal Psikologis, Kelelahan Kerja, Persepsi Dukungan Atasan, Niat Turnover, Layanan KebersihanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh psychological capital, job burnout, dan perceived supervisor support terhadap turnover intention pada karyawan cleaning service PT ISS Indonesia Region Java 2 Surakarta. Penelitian menggunakan teori Job Demands-Resources (JD-R) sebagai landasan konseptual. Populasi penelitian berjumlah 180 karyawan cleaning service dan sampel sebanyak 125 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik convenience sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological capital tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,449; koefisien = 0,034). Job burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention (p = 0,000; koefisien = 0,648). Perceived supervisor support tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,346; koefisien =-0,037). Secara simultan, psychological capital, job burnout, dan perceived supervisor support berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (F = 24,844; p = 0,000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,366 menunjukkan bahwa ketiga variabel menjelaskan 36,6% variasi turnover intention, sedangkan 63,4% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Temuan menunjukkan bahwa job burnout merupakan faktor yang paling kuat dalam mendorong niat keluar karyawan.




