Public Perceptions Regarding Israel's Rejection of Participation in the U-20 World Cup in Indonesia

Penulis

  • Mufid Ansori Universitas Bakrie Penulis
  • Saleh Alatas Universitas Bakrie Penulis

Kata Kunci:

Persepsi, Tim Nasional Israel, Piala Dunia U-20, Palestina, Grounded Theory, Penolakan

Abstrak

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory. Pemilihan metode ini didasarkan pada tujuan penelitian yang dilakukan, yaitu membangun teori berdasarkan pandangan responden (Mulyana, 2001). Data dalam penelitian ini diperoleh dengan mengumpulkan data sekunder berupa artikel berita dari media online dari berbagai tokoh maupun badan/lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi tokoh publik dan lembaga di Indonesia terhadap penolakan keikutsertaan Tim Nasional Israel dalam Piala Dunia U-20 tahun 2023 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory untuk mengidentifikasi dan mengonstruksi kategori-kategori yang membentuk persepsi penolakan tersebut. Data penelitian diperoleh dari pernyataan tokoh publik dan lembaga yang disampaikan melalui berbagai sumber pemberitaan terkait polemik keikutsertaan Tim Nasional Israel dalam Piala Dunia U-20. Analisis data dilakukan melalui proses open coding dan axial coding untuk menemukan hubungan antarkode dan membangun kategori konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap penolakan keikutsertaan Tim Nasional Israel tidak hanya berkaitan dengan persoalan olahraga, tetapi dikonstruksikan melalui berbagai aspek politik, konstitusional, kemanusiaan, historis, ideologis, dan keamanan. Berdasarkan hasil coding, ditemukan lima kategori utama, yaitu (1) penjajahan dan hak kemerdekaan Palestina, (2) konstitusi, (3) kemanusiaan, (4) komitmen terhadap Bung Karno, dan (5) ancaman keamanan. Kategori penjajahan dan hak kemerdekaan Palestina menjadi kategori yang paling dominan karena paling banyak muncul dalam pernyataan tokoh dan lembaga yang diteliti. Konstitusi berfungsi sebagai dasar normatif dalam menghubungkan sikap penolakan dengan prinsip anti-penjajahan dalam Pembukaan UUD 1945. Aspek kemanusiaan menjadi dasar moral yang menghubungkan penolakan dengan penderitaan rakyat Palestina, sedangkan komitmen terhadap Bung Karno menjadi legitimasi historis dan ideologis yang merujuk pada sikap Indonesia terhadap kolonialisme dan perjuangan kemerdekaan. Sementara itu, ancaman keamanan menjadi pertimbangan praktis terkait kemungkinan risiko yang ditimbulkan oleh kehadiran Tim Nasional Israel di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penolakan terhadap keikutsertaan Tim Nasional Israel merupakan konstruksi persepsi yang bersifat multidimensional. Meskipun para tokoh dan lembaga memiliki arah sikap yang relatif sama, yaitu menolak atau menyatakan keberatan terhadap keikutsertaan Israel, terdapat perbedaan kerangka argumentasi yang digunakan. Dengan demikian, polemik keikutsertaan Israel dalam Piala Dunia U-20 menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang artikulasi persoalan politik, sejarah, kemanusiaan, konstitusi, identitas bangsa, dan keamanan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-01