BENANG MERAH EKONOMI KERAKYATAN ANTARA MUHAMMAD BAQIR AL-SADR DAN PRABOWO SUBIANTO
Kata Kunci:
Muhammad Baqir Al-Sadr, Prabowo Subianto, Ekonomi Kerakyatan, Keseimbangan Sosial, Peran Negara, Keadilan DistribusiAbstrak
Sistem ekonomi global yang didominasi oleh Neoliberalisme dinilai telah gagal karena menghasilkan kesenjangan ekonomi dan sosial yang tinggi. Penelitian ini menganalisis solusi alternatif dengan membandingkan konsep "Keseimbangan Sosial" (Social Balance) Muhammad Baqir al-Sadr dengan visi "Ekonomi Kerakyatan" Prabowo Subianto. Melalui studi komparatif, ditemukan tiga benang merah utama: penolakan fundamental terhadap Kapitalisme yang berpusat pada kepentingan pribadi; sentralitas Peran Negara sebagai distributor keadilan dan penjamin kesejahteraan; dan prioritas tinggi pada Keadilan Distribusi Kekayaan. Kesamaan ini tercermin dalam keselarasan antara kerangka filosofis Al-Sadr dengan implementasi praktis seperti kebijakan Hilirisasi Industri, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi, yang berfungsi sebagai mekanisme struktural untuk mencegah konsentrasi kekayaan. Secara keseluruhan, kedua kerangka ideologis ini mewakili pergeseran paradigmatik di mana negara berperan sebagai aktor utama dalam menjamin kesejahteraan publik dan kemandirian nasional




