PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MONETER SYARIAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA
Kata Kunci:
Kebijakan Moneter Syariah, Pertumbuhan Ekonomi, Stabilitas Makroekonomi, Sektor Riil, Distribusi Pendapatan, Mudharabah, Musyarakah, Sukuk, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS)Abstrak
Hasil penelitian menemukan bahwa implementasi kebijakan moneter Islam berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama periode 2014– 2024. Berdasarkan hasil Tinjauan Pustaka Sistematis terhadap berbagai sumber pustaka yang terindeks di Elicit, Scispace, OpenAI, DOAJ, dan Google Scholar, ditemukan bahwa kebijakan moneter Islam berperan penting dalam menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat sektor riil, dan mendorong pemerataan pendapatan melalui penerapan prinsip keadilan, pelarangan riba, dan kepentingan umum. Instrumen-instrumen utama seperti Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Sukuk Bank Indonesia, Fasilitas Simpanan dan Pembiayaan Jangka Pendek Syariah (FASBIS dan FPJPS), serta mekanisme Operasi Moneter Syariah (OMS) terbukti efektif dalam mengatur likuiditas dan mendorong aktivitas ekonomi tanpa bergantung pada sistem suku bunga. Selain itu, penerapan akad bagi hasil seperti mudharabah dan musyarakah telah memperkuat hubungan antara sektor keuangan dan sektor riil, yang berdampak langsung pada peningkatan investasi, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan moneter syariah tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendalian makroekonomi, tetapi juga sebagai sarana pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam.




