ANALISIS DETERMINAN KINERJA INDUSTRI MANUFAKTUR ANTARPROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2017-2023
Kata Kunci:
Industri Manufaktur, Penanaman Modal Asing, Produktivitas Tenaga Kerja, Tenaga Kerja, Data PanelAbstrak
Penelitian ini menganalisis pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA), produktivitas tenaga kerja industri manufaktur, dan jumlah tenaga kerja industri manufaktur terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) industri manufaktur antarprovinsi di Indonesia. Penelitian menggunakan data panel seimbang yang mencakup 34 provinsi selama 2017-2023 dengan total 238 observasi. Seluruh variabel ditransformasikan ke dalam logaritma natural sehingga koefisien dapat dibaca sebagai elastisitas. Uji Chow dan Uji Hausman menetapkan Fixed Effect Model sebagai spesifikasi yang paling sesuai. Uji diagnostik menemukan heteroskedastisitas, autokorelasi, dan cross-section dependence, sehingga estimasi akhir menggunakan Driscoll-Kraay Standard Errors. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMA berpengaruh positif dengan koefisien 0,0553 dan p-value 0,054, sehingga signifikan secara marginal pada taraf 10 persen. Produktivitas tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan pada taraf 5 persen dengan koefisien 0,1111, sedangkan jumlah tenaga kerja memiliki koefisien terbesar, yaitu 0,3396 dan signifikan pada taraf 1 persen. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan dan model menjelaskan 90,32 persen variasi PDRB industri manufaktur. Efek tetap provinsi memperlihatkan bahwa aglomerasi industri, infrastruktur, akses pasar, basis sumber daya, dan kapasitas kelembagaan turut membedakan kinerja manufaktur antarwilayah. Kebijakan industri perlu menggabungkan peningkatan kualitas PMA, produktivitas pekerja, penciptaan pekerjaan produktif, dan strategi pengembangan yang disesuaikan dengan karakteristik setiap provinsi.




