ANALISIS KOMPARATIF ANTARA KEBIJAKAN MONETER KONVENSIONAL DAN KEBIJAKAN MONETER SYARIAH DALAM MENJAGA STABILITAS HARGA: BUKTI EMPIRIS DARI INDONESIA (2019-2024)

Penulis

  • Moh. Agung Tarape IAIN Sultan Amai Gorontalo Penulis
  • Sudirman Andi Amir IAIN Sultan Amai Gorontalo Penulis

Kata Kunci:

Kebijakan Moneter Syariah, SBIS, Transmisi Kebijakan, Inflasi, Perbankan Syariah, Bank Indonesia, Indonesia

Abstrak

Penelitian ini membandingkan efektivitas kebijakan moneter konvensional dan kebijakan moneter berbasis prinsip syariah (instrumen SBIS, SukBI, FASBIS, PUAS) dalam mengendalikan inflasi di Indonesia selama 2019- 2024. Menggunakan data makro (inflasi, BI-Rate, M2), statistik perbankan syariah (aset, DPK, pembiayaan), dan studi empiris terpilih, penelitian ini menerapkan analisis deskriptif, korelasi, dan sintesis hasil studi kuantitatif (VECM/VAR yang dipublikasikan) untuk menilai peran instrumen syariah terhadap transmisi kebijakan moneter dan stabilitas harga. Hasil menunjukkan: (1) instrumen konvensional tetap merupakan kanal utama transmisi kebijakan makro; (2) instrumen moneter syariah telah memperkuat kapasitas transmisi kepada lembaga perbankan syariah, tetapi efektivitasnya dalam mengendalikan inflasi masih bersifat komplementer, bukan pengganti; (3) perbankan syariah menunjukkan ketahanan relatif pada periode krisis dan memiliki karakter transmisi yang berbeda (lebih sensitif pada nisbah/ratio dan pembiayaan daripada suku bunga); (4) rekomendasi kebijakan diarahkan pada peningkatan pasar uang syariah, harmonisasi instrumen, dan koordinasi moneter-fiskal. Sumber utama data digunakan dari Bank Indonesia dan OJK serta literatur 2020–2025.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01