ANALISIS MAKNA TARIAN MANCA DALAM ADAT PERNIKAHAN SUKU BAJO DI DESA PARUMAAN

Penulis

  • Febriyanti Universitas Muhammadiyah Maumere Penulis
  • Gisela Nuwa Universitas Muhammadiyah Maumere Penulis
  • wahyuningsih Universitas Muhammadiyah Maumere Penulis

Kata Kunci:

Analisis, Makna, Tarian Manca, Pernikahan Adat

Abstrak

Tarian Manca adalah tarian tradisional Suku Bajo yang ditampilkan dalam upacara pernikahan resmi (massuro). Tarian ini dibawakan oleh dua pamanca (penari pria) yang masing-masing membawa pedah (pedang), sebagai simbol penghormatan kepada leluhur dan upaya pelestarian tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna tarian manca dalam adat pernikahan serta bagaimana tarian tersebut merepresentasikan nilai dan norma sosial masyarakat Bajo. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data primer dari tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga Desa Parumaan. Sumber sekunder meliputi undang-undang pelestarian budaya, buku, jurnal, dan artikel. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan dalam tarian manca mengandung makna keseimbangan, keharmonisan, perlindungan, kekuatan, dan keberanian. Tarian ini juga mengandung nilai kebersamaan, kesopanan, dan penghormatan, yang mencerminkan norma-norma sosial masyarakat Suku Bajo

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-01