KEKUATAN ALAT BUKTI FORENSIK DALAM MENENTUKAN PUTUSAN HAKIM

Penulis

  • Mario Marco Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Penulis
  • Handar Subhandi Bakhtiar Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Alat Bukti Forensik, Pembuktian, Hakim, Putusan, Sistem Peradilan Pidana

Abstrak

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan kontribusi signifikan dalam proses penegakan hukum, khususnya melalui penggunaan alat bukti forensik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan alat bukti forensik dalam sistem peradilan pidana, serta sejauh mana alat bukti tersebut mempengaruhi keyakinan dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan kajian terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bukti forensik, seperti sidik jari, DNA, rekaman digital, dan hasil otopsi, memiliki kekuatan pembuktian yang tinggi apabila didukung oleh prosedur pemeriksaan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Namun, alat bukti tersebut tidak bersifat mutlak dan tetap memerlukan sinergi dengan alat bukti lainnya sesuai dengan sistem pembuktian dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Dengan demikian, meskipun alat bukti forensik memiliki peran penting dalam membentuk keyakinan hakim, putusan akhir tetap ditentukan berdasarkan penilaian menyeluruh atas seluruh alat bukti yang dihadirkan di persidangan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01