URGENSI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP MAFIA TANAH DAN PEMALSUAN AKTA OTENTIK: STUDI KASUS ERNAWATI YOHANIS DI MAKASSAR
Kata Kunci:
Mafia Tanah, Pemalsuan Akta Otentik, Perlindungan Hukum, Sertipikat Hak Milik, Ernawati Yohanis, MakassarAbstrak
Maraknya praktik mafia tanah dan pemalsuan akta otentik di Indonesia menunjukkan lemahnya perlindungan hukum terhadap pemilik tanah dan adanya celah dalam sistem administrasi pertanahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi penegakan hukum terhadap mafia tanah dan pemalsuan akta otentik melalui studi kasus Ernawati Yohanis di Makassar yang didakwa menggunakan sertipikat hak milik palsu untuk mengajukan pembatalan hak atas tanah yang telah dibebani hak guna bangunan. Dengan metode yuridis normatif dan pendekatan studi kasus terhadap putusan pengadilan serta peraturan terkait, penelitian ini menemukan bahwa perlindungan hukum pemilik tanah sangat bergantung pada keabsahan data pertanahan, efektivitas pengawasan internal BPN, dan konsistensi penegakan hukum, sementara faktor pendorong pemalsuan akta otentik meliputi tingginya nilai ekonomi tanah, kelemahan administrasi, rendahnya integritas oknum terkait, serta rendahnya literasi hukum pemilik tanah yang dimanfaatkan mafia tanah.




