DAYA HAMBAT EKSTRAK JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) MENTAH TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Penulis

  • Delta Mutiara Putri Universitas Malahayati Bandar Lampung Penulis
  • Mastuti Widianingsih Universitas Malahayati Bandar Lampung Penulis

Kata Kunci:

Jambu biji mentah, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Kruskal Wallis

Abstrak

Tanaman jambu biji (Psidium guajava L.) terkenal sebagai obat tradisional dan dimanfaatkan meminimalisir morbiditas, salah satunya sebagai anti diare. Diare dapat disebabkan karna infeksi Staphylococus aureus dan Escherichia coli. Tujuan dilakukan guna mengidentifikasi aktivitas antibakteri dan efektivitas ekstrak jambu biji yang digunakan mencegah eskalasi Staphylococus aureus dan Escherichia coli. Tahap ekstraksi dengan maserasi dimana serbuk buah jambu biji mentah sebanyak 750 gram ditambahkan etanol 96% (7500 mL). Hasil ekstraksi didapatkan 80 gram dengan nilai rendemen 10,6%. Uji antibakteri menggunakan ekstrak yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 25%,30%, 35%, 40%, 45% dan 50%. Total sampel sebanyak 78 dengan 26 perlakuan masing- masing 3 ulangan. Hasil zona hambat diuji normalitas dan homogenitas dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis. Hasil menunjukkan bahwa adanya potensi antibakteri yang ditunjukkan dengan zona hambat pada tiap-tiap uji. Hasil zona hambat efektif pada konsentrasi 50% dengan rerata diameter zona hambat 13,68 mm dan 12,82 mm dengan interpretasi daya hambat resistant. Ekstrak jambu biji mentah menghasilkan daya hambat yang lebih baik terhadap Staphylococus aureus daripada Escherichia coli pada konsentrasi yang sama. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa bahwa ekstrak jambu biji mentah dapat digunakan sebagai antibakteri Staphylococus aureus dan Escherichia coli karena komponen metabolit sekunder diantaranya seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01