ANALISIS TREN DAN PREDIKSI KUNJUNGAN PASIEN RAWAT INAP DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT RSUD HJ. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA
Kata Kunci:
Diabetes Melitus, Kunjungan Rawat Inap, Tren, Prediksi, ARIMA, Regresi LinierAbstrak
Analisis tren dan prediksi digunakan untuk melihat pola data sekaligus memperkirakan kondisi ke depan. Hal ini penting bagi perencanaan rumah sakit. Diabetes Melitus sebagai penyakit kronis dengan prevalensi meningkat menimbulkan beban besar pada pelayanan rawat inap, sehingga perlu dianalisis tren dan prediksi kunjungannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren serta memprediksi jumlah kunjungan rawat inap pasien Diabetes melitus di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data sekunder jumlah kunjungan pasien periode 2021–2024 dianalisis dengan regresi linier sederhana untuk mengetahui tren, sedangkan prediksi tahun 2025 dilakukan menggunakan model ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Hasil menunjukkan adanya peningkatan kunjungan tiap tahun, meskipun tahun 2024 mengalami penurunan dari 823 menjadi 746 kunjungan. Persamaan regresi linier diperoleh Y = 552 + 61,6X dengan R² = 0,638. Prediksi ARIMA (1,1,0) memperkirakan jumlah kunjungan pada 2025 sebesar 823 pasien, hampir sama dengan puncak 2023. Pembahasan menegaskan bahwa tren kenaikan kunjungan dipengaruhi gaya hidup, meningkatnya populasi lansia, komplikasi akibat kepatuhan rendah, serta sistem pencatatan yang semakin baik. Prediksi kunjungan yang akurat penting untuk perencanaan tenaga medis, fasilitas tempat tidur, dan logistik farmasi. Tanpa prediksi, rumah sakit berisiko mengalami ketidakseimbangan kapasitas dan penurunan mutu pelayanan




