PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAN N-HEKSANA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SEBAGAI ANTIDIARE TERHADAP MENCIT YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI
Kata Kunci:
Daun Salam, Antidiare, Mencit, Ekstrak Metanol, Ekstrak N-HeksanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas ekstrak metanol dan n-heksan daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai antidiare pada mencit yang diinduksi oleum ricini. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan 9 kelompok mencit, yang terdiri dari kontrol normal, kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (loperamid), serta 6 kelompok perlakuan yang diberi ekstrak metanol dan n-heksan daun salam (Syzygium polyanthum) dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB. Aktivitas antidiare dianalisis melalui pengamatan frekuensi diare, konsistensi feses, dan bobot feses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun salam (Syzygium polyanthum) pada dosis 400 mg/kgBB secara signifikan mengurangi frekuensi diare, konsistensi feses dan bobot feses dibandingkan dengan kontrol negatif (p<0,05). Selain itu, ekstrak metanol menunjukkan efektivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak n-heksan dalam mengatasi diare pada mencit yang diinduksi oleum ricini. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun salam dapat menjadi alternatif terapi antidiare dengan mengurangi motilitas usus dan meningkatkan reabsorpsi air serta elektrolit.




