PERAWATAN PULPEKTOMI DEVITAL PADA GIGI MOLAR DESIDUI DENGAN PULPITIS HIPERPLASTIK (LAPORAN KASUS)

Penulis

  • Marinda Widianti Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis
  • Lasmi Dewi Nurnaini Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis
  • Rista Aulia Ardhita Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis

Kata Kunci:

Pulpektomi, Pulpitis Hiperplastik, Devitalisasi

Abstrak

Pendahuluan: Menjaga kesehatan mulut sangat penting selama pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika gigi susu mengalami kerusakan dan dibiarkan tanpa perawatan, hal itu dapat menyebabkan infeksi bakteri, yang mengakibatkan paparan pulpa dan peradangan pulpa kronis, ditandai dengan pertumbuhan jaringan granulasi merah muda dari dalam ruang pulpa, yang sering disebut sebagai pulpitis hiperplastik. Pulpektomi adalah pilihan perawatan untuk kondisi ini. Tujuan: Pulpektomi adalah prosedur perawatan pulpa untuk mengangkat jaringan pulpa yang terinfeksi, membersihkan saluran akar dari bakteri, dan mencegah penyebaran infeksi ke jaringan sekitarnya, termasuk tunas gigi permanen. Kasus dan Penanganan: Seorang anak perempuan berusia 5 tahun datang bersama ibunya ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan keluhan gigi berlubang dengan pertumbuhan gusi pada gigi geraham atas. Menurut ibu pasien, keluhan tersebut telah ada selama setahun terakhir dan pasien tidak mengeluh sakit. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya gigi berlubang dengan rongga pulpa terbuka dan pulpitis hiperplastik. Pasien didiagnosis menderita pulpitis hiperplastik. Rencana perawatannya adalah pulpektomi devital. Diskusi: Perawatan pulpektomi yang dilakukan pada kasus ini dimulai dengan devitalisasi untuk menghilangkan pulpitis hiperplastik. Devitalisasi pulpa melibatkan aplikasi agen ke dalam rongga gigi yang akan dirawat. Agen devitalisasi yang digunakan dapat membius saraf pulpa, sehingga menghasilkan penghilang rasa sakit permanen. Kesimpulan: Pada kasus ini, pasien mengeluhkan adanya rongga dengan pertumbuhan gusi di dalamnya. Metode perawatan pulpektomi dipilih untuk mempertahankan gigi susu hingga digantikan oleh gigi permanen. Perawatan pulpektomi pada kasus ini dianggap berhasil karena saluran akar terisi penuh dengan material ZOE dan pemeriksaan radiografi menunjukkan tidak ada perluasan lesi di sekitar akar gigi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-01