MANAJEMEN PRODUKSI BERBIAYA NOL RUPIAH PADA KARYA ON/OFF TEATER KUBUR, JAKARTA

Penulis

  • Purwanto Lephen Institut Seni Indonesia Yogyakarta Penulis

Kata Kunci:

Manajemen, Produksi, Berbiaya Nol, Teater, Transendental

Abstrak

Manajemen produksi seni teater di Teater Kubur menekankan filosofi bahwa teater bukan sekadar produk panggung, tetapi proses dan refleksi hidup. Oleh sebab itu, Teater Kubur menekankan eksplorasi artistik dan dramatik dengan tidak pernah mentargetkan rentang waktu proses dan target tempat pementasannya. Produksi teater On/Off karya sutradara Dindon W.S. bersama Teater Kubur tahun 2007-2008 digelar di Tokyo, Jepang. Berdasarkan riset manajemen produksi teater pada komunitas Teater Kubur dalam proses produksi On/Off menunjukkan karya teater yang diakui di dunia internasional. Proses produksi dengan nilai- nilai transendental yaitu nilai (agama) Islam seperti: niat, ikhlas, ibadah, amal atau sholeh dijadikan memotivasi diri para aktor-aktris Teater Kubur sebagai tempat mengamalkan nilai reilgius dalam beragama sekaligus sumber kekuatan yang memungkinkan para anggota memiliki daya kreativitas tak terhalang oleh dana atau modal kerja kreatif. Semestinya, biaya transpot dan konsumsi serta perlengkapan dapat dikalkulasikan sebagai biaya produksi teater, tetapi diiklaskan yang dalam prinsip ekonomi dapat dijadikan modal atau investasi anggota komunitas tersebut. Model produksi teater dengan niat ibadah teater dapat menjadi model manajemen produksi teater di Indonesia yang belum memiliki ekosistem ekonomi kreatif dan berdampak pada pendapatan pekerja teater secara berkelanjutan

Diterbitkan

2024-04-01