PERAN MEDIASI KOLABORASI LINTAS FUNGSI DALAM HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN KINERJA TIM MULTIDISIPLINER
Kata Kunci:
Budaya Organisasi, Kolaborasi Lintas Fungsi, Kinerja Tim Multidisiplin, SEM-AMOS, Jasa Konsultasi, MediasiAbstrak
Penelitian ini dimotivasi oleh fenomena 40% keterlambatan proyek dan keluhan klien yang terjadi di PT X, sebuah perusahaan konsultan di Yogyakarta, meskipun perusahaan tersebut memiliki nilai-nilai budaya organisasi "5C". Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai-nilai yang diilhami dan pelaksanaan di lapangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja tim multidisiplin dan menguji peran kolaborasi lintas fungsi sebagai mekanisme mediasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksploratif. Responden berjumlah 150 orang yang terdiri dari karyawan internal dan pakar mitra (eksternal) yang terlibat dalam tim proyek, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak AMOS 23.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tim multidisiplin; (2) Budaya organisasi memiliki pengaruh kuat terhadap pembentukan kolaborasi lintas fungsi; (3) Kolaborasi lintas fungsi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tim. dan (4) Kolaborasi lintas fungsi terbukti memediasi sebagian hubungan antara budaya organisasi dan kinerja tim. Temuan ini menyimpulkan bahwa budaya organisasi membutuhkan mekanisme kolaborasi konkret untuk meningkatkan kinerja tim secara optimal dalam struktur organisasi proyek hibrida.




