PERAN UMKM JAJAN TRADISIONAL BALI TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA SULAHAN
Kata Kunci:
UMKM, Jajanan Tradisional Bali, Pendapatan Masyarakat, Ekonomi Keluarga, Desa SulahanAbstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis peran Usaha, Kecil, dan Menengah (UMKM) jajan tradisional Bali terhadap pendapatan masyarakat di Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Penelitian menggunakan penketan kualitatif deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan pelaku UMKM jajanan tradisional Bali sebagai informan utama. Informan dipilih menggunakan teknik purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan dan pengalaman informan secara langsung dalam menjalankan kegiatan usaha. Data yang diperoleg selanjutnya dianalisis menggunakan model analsis interaktif yang terdiri atas tahap reduksi data, penyajian data, seperti penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM jajanan tradisional Bali berperan terutama dalam membantu meningkatkan pendapatan serta mendukung keberlangsungan ekonomi rumah tangga pelaku usaha. Pendapatan yang diperoleh dari kegiatan usaha dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan anak, dan memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan produksi. Dalam pelaksanaannya, usaha jajanan tradisional masih dikelola dalam lingkungan keluarga dengan melibatkan suami, anak, dan mertua. Sementara itu, penggunaan tenaga kerja dari masyarakat di luar keluarga masih terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa manfaat ekonomi UMKM lebih banyak dirasakan oleh keluarga yang terlibat secara langsung dalam kegiatan usaha. Selain memberikan manfaat terhadap pendapatan keluarga, kegiatan UMKM jajanan tradisional juga memiliki hubungan dengan aktivitas ekonomi lokal melalui pembelian bahan baku dan berbagai kebutuhan produksi. Usaha tersebut juga turut mempertahankan keberadaan jajanan tradisional Bali yang masih digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan masyarakat. Keberlangsungan usaha didukung oleh adanya permintaan konsumen dan kemampuan pelaku usaha dalam mempertahankan kualitas produk. Namun, pelaku usaha masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan modal, jangkauan pemasaran yang belum luas, persaingan dengan produk makanan modern, serta perubahan jumlah permintaan konsumen. Berdasarkan temuan tersebut, UMKM jajanan tradisional Bali dapat dipandang sebagai usaha berbasis keluarga yang memberikan manfaat ekonomi dan budaya bagi pelaku usaha. Meskipun demikian, perannya dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di luar lingkungan keluarga masih relatif terbatas.




