EFEKTIVITAS METODE DIGITAL STORYTELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAPRESIASI TEKS HIKAYAT SANG PENJAGA CAKRAWALA PADA SISWA SMKN PADANG
Kata Kunci:
Bercerita Digital, Sastra Klasik, Apresiasi Hikayat, Alih Wahana, Kurikulum MerdekaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode bercerita digital (digital storytelling) dalam meningkatkan kemampuan apresiasi siswa terhadap teks Hikayat Sang Penjaga Cakrawala. Latar belakang utama penelitian ini adalah rendahnya minat siswa terhadap sastra klasik yang disebabkan oleh hambatan bahasa arkais dan bentuk teks yang statis. Dengan menggunakan desain kuantitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 35 siswa SMKN 7 Padang dari berbagai kompetensi keahlian seni dan non-seni yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel bertujuan (purposive sampling). Data dikumpulkan melalui instrumen angket skala Likert yang mencakup dimensi kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil analisis data menunjukkan tingkat persetujuan responden yang sangat tinggi pada indikator pemahaman intrinsik (100%) dan penghayatan nilai moral (100%). Pada dimensi teknis dan motivasi, efektivitas tercatat sebesar 98,% untuk interpretasi visual-audio dan 97,1% untuk motivasi belajar. Namun, penelitian ini menemukan tingkat persetujuan terendah pada indikator respons kreatif (92,2%) yang mengindikasikan adanya kendala teknis pada sebagian siswa dalam tahap produksi mandiri. Secara keseluruhan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa metode bercerita digital efektif sebagai media alih wahana untuk mencapai Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Indonesia Fase E Kurikulum Merdeka, meskipun aspek keterampilan produksi digital masih memerlukan pendampingan lebih lanjut.




