PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP BUDAYA GRATIFIKASI DALAM LINGKUNGAN AKADEMIK: UPAYA MEMBANGUN INTEGRITAS ANTI-KORUPSI
Kata Kunci:
Gratifikasi, Integritas, Korupsi, Perguruan Tinggi, MahasiswaAbstrak
Latar belakang: Praktik gratifikasi di lingkungan akademik sering kali dianggap sebagai bentuk keramah-tamahan atau tradisi terima kasih, namun secara yuridis hal tersebut merupakan pintu masuk tindak pidana korupsi yang dapat merusak integritas institusi pendidikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap budaya gratifikasi di lingkungan kampus serta merumuskan strategi pembangunan integritas anti-korupsi di perguruan tinggi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), mengalisis data dari berbagai jurnal ilmiah terakreditasi dan laporan resmi instansi terkait. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan masih adanya ambiguitas di kalangan mahasiswa dalam membedakan antara hadiah personal dan gratifikasi yang dilarang. Normalisasi sosial dan ketidaktegasan aturan internal menjadi faktor utama bertahannya budaya ini. Kesimpulan: Diperlukan penguatan pendidikan anti-korupsi yang berbasis pada nilai integritas serta peningkatan transparansi layanan akademik sebagai langkah preventif yang nyata di lingkungan perguruan tinggi.




