STRATEGI PENANAMAN 9 NILAI ANTI KORUPSI KPK PADA ANAK USIA DINI MELALUI DONGENG
Kata Kunci:
Antikorupsi, Anak Usia Dini, Dongeng, Nilai Integritas, Strategi PreventifAbstrak
Korupsi yang mengakar secara sistemik di Indonesia menuntut adanya transformasi strategi pemberantasan yang lebih menitikberatkan pada aspek preventif sejak usia dini. Tulisan ini bertujuan mengkaji efektivitas dongeng sebagai media untuk menginternalisasikan sembilan nilai integritas KPK pada anak-anak. Fenomena krisis karakter yang seringkali baru ditangani pada jenjang pendidikan tinggi menunjukkan adanya keterlambatan dalam intervensi moral, sehingga penelitian ini memfokuskan pada fase golden age sebagai titik awal pembangunan integritas. Melalui metode kualitatif berbasis studi pustaka, ditemukan bahwa karakteristik anak pada masa tersebut sangat responsif terhadap pendekatan naratif yang imajinatif dibandingkan instruksi formal. Data dikumpulkan melalui analisis literatur sekunder yang mencakup dokumen resmi KPK, teori perkembangan kognitif Jean Piaget, dan tahap moral Lawrence Kohlberg. Hasil kajian menegaskan bahwa dongeng mampu menyederhanakan konsep antikorupsi yang abstrak menjadi pesan moral konkret, sehingga membangun fondasi karakter jujur, disiplin, dan tanggung jawab yang kuat sebelum anak memasuki lingkungan sosial yang lebih luas. Melalui alur cerita, anak melakukan identifikasi diri terhadap tokoh yang memiliki integritas, sehingga nilai-nilai tersebut terserap secara alami melalui mekanisme implicit learning. Kajian ini menyimpulkan bahwa strategi naratif merupakan instrumen komunikasi edukatif yang krusial untuk menciptakan "imunitas" moral bagi generasi mendatang dalam melawan perilaku koruptif.




