REINTERPRETASI LIBERALISME PEMIKIRAN TAFSIR M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH
Kata Kunci:
Hegemoni Gender, Kekerasan Terhadap Perempuan, Politik Lokal, Nusa Tenggara Timur, Representasi Politik, Kesetaraan GenderAbstrak
Partisipasi perempuan yang kian meluas dalam ranah politik kerap dianggap sebagai parameter utama kemajuan demokrasi dan kesetaraan gender. Namun, di Nusa Tenggara Timur (NTT), realitas lapangan justru menyajikan paradoks yang mencolok: lonjakan kehadiran perempuan di arena politik tidak beriringan dengan penurunan kasus kekerasan terhadap mereka. Tulisan ini mengupas fenomena tersebut melalui perspektif teori hegemoni gender Shelley Budgeon, yang menyoroti bagaimana struktur kekuasaan gender bekerja secara halus namun mendalam. Pendekatan studi literatur dengan analisis kualitatif diperkaya data empiris dari laporan kasus kekerasan di NTT. Temuan menegaskan bahwa hegemoni gender tetap mengokohkan relasi kuasa, sehingga perempuan di politik belum memiliki daya ubah yang cukup untuk merombak sistem pelestari kekerasan. Representasi numerik saja jelas tak memadai; diperlukan transformasi struktural dan budaya yang menyeluruh untuk mencapai kesetaraan substantif.




