INTEGRASI METODE PENGINDERAAN JAUH DALAM PEMETAAN ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH CIHONJE BANYUMAS MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 OLI/TIRS
Kata Kunci:
Alterasi Hidrotermal, Penginderaan Jauh, Landsat 8 OLI/TIRS, Eksplorasi GeotermalAbstrak
Indonesia, yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, memiliki potensi panas bumi yang besar akibat aktivitas geologi aktif. Salah satu indikator penting dalam eksplorasi geotermal adalah zona alterasi hidrotermal yang terbentuk akibat interaksi antara fluida panas bumi dan batuan inang. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zona alterasi hidrotermal di daerah Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, menggunakan teknologi penginderaan jauh berbasis citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS. Tiga metode utama yang digunakan meliputi Composite Band, Density Slicing, dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Metode Composite Band mengintegrasikan band spektral tertentu untuk mengidentifikasi perbedaan mineralogi dan geologi, sedangkan Density Slicing membantu klasifikasi zona mineral spesifik, dan NDVI digunakan untuk menganalisis tutupan vegetasi yang berkaitan dengan aktivitas hidrotermal. Hasil analisis menunjukkan bahwa zona alterasi terkonsentrasi di sepanjang jalur sesar dan rekahan, yang menjadi jalur utama migrasi fluida panas bumi. Zona alterasi utama teridentifikasi di bagian timur wilayah penelitian, menjadikannya target potensial eksplorasi mineral. Sementara zona vegetasi berada di sebelah barat. Validasi dengan peta geologi regional menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi, memperkuat akurasi metode yang digunakan. Pemetaan ini memberikan informasi awal yang penting bagi eksplorasi geotermal dan sumber daya mineral lebih lanjut.




