PERAN RELIGIUSITAS DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL: TINJAUAN DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA
Kata Kunci:
Religiusitas, Kesehatan Mental, Psikologi Agama, Psikologi Islam, Kesejahteraan PsikologisAbstrak
Kesehatan mental merupakan aspek penting yang memengaruhi kemampuan individu dalam berpikir, mengelola emosi, menjalin hubungan sosial, dan menghadapi tekanan hidup. Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental menunjukkan perlunya pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek biologis dan psikologis, tetapi juga mempertimbangkan dimensi spiritual. Artikel ini bertujuan mengkaji peran religiusitas dalam meningkatkan kesehatan mental dari perspektif psikologi agama. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis berbagai jurnal ilmiah yang membahas religiusitas, psikologi agama, dan kesehatan mental. Hasil kajian menunjukkan bahwa religiusitas berperan dalam meningkatkan kesehatan mental melalui pembentukan makna hidup, penguatan mekanisme koping, regulasi emosi, serta pengembangan sikap positif seperti sabar, syukur, dan tawakal. Praktik keagamaan, seperti salat, doa, zikir, dan membaca Al-Qur'an, turut memberikan ketenangan batin serta membantu menurunkan stres, kecemasan, dan risiko depresi. Dari perspektif psikologi agama, religiusitas menjadi sumber daya psikologis yang mendukung ketahanan mental (psychological resilience) dan kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai religius dalam upaya menjaga kesehatan mental dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan individu.




