PENGEMBANGAN KURIKULUM PEMBELAJARAN DAN ASESMEN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SATUAN PENDIDIKAN
Kata Kunci:
Kurikulum Merdeka, KOSP, Pembelajaran Berdiferensiasi, Asesmen Diagnostik, Asesmen FormatifAbstrak
Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) merupakan respons strategis pemerintah Indonesia terhadap krisis pembelajaran ( learning loss) yang diperburuk oleh pandemi COVID-19. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif mekanisme pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), transformasi pembelajaran berdiferensiasi, serta paradigma baru asesmen di satuan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan ( library research) dengan menganalisis 15 artikel jurnal nasional terakreditasi dan dokumen kebijakan periode 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Pengembangan KOSP menuntut otonomi satuan pendidikan dalam menganalisis karakteristik lingkungan dan kebutuhan peserta didik; (2) Pembelajaran berdiferensiasi menjadi strategi kunci untuk mengakomodasi keragaman kompetensi siswa melalui pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL); dan (3) Transformasi asesmen bergeser dari dominasi tes sumatif menuju penguatan asesmen diagnostik dan formatif sebagai feedback perbaikan pembelajaran. Tantangan utama yang ditemukan meliputi kesiapan pedagogis guru dalam merancang asesmen autentik dan keterbatasan infrastruktur pendukung. Rekomendasi kebijakan ditujukan pada penguatan komunitas belajar (kombel) dan pendampingan berkelanjutan bagi pendidik




