PENGARUH JARINGAN USAHA DAN INOVASI PRODUK TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA BATIK DI JAMBI KOTA SEBERANG
Kata Kunci:
Jaringan Usaha, Inovasi Produk, Perkembangan UsahaAbstrak
Industri batik di Jambi Kota Seberang menghadapi tantangan persaingan pasar dan perubahan preferensi konsumen. Jaringan usaha seperti kemitraan dengan pemasok, distributor, dan pelaku usaha lain, serta inovasi produk diyakini dapat mendorong perkembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh jaringan usaha dan inovasi produk terhadap perkembangan usha batik di Jambi Kota Seberang, secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan yaitu Kecamatan Pelanyangan dan Kecamatan Danau Teluk. Dalam penelitian ini jenis sampel yang digunakan yaitu sampel jenuh, yaitu dengan mengikut sertakan seluruh jumlah populasi yang ada yaitu sebanyak 43 responden. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan ex post facto, Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuisioner kemudian data dianalisis menggunakan aplikasi IBM SPSS (Statistical product dan service solutions) statistics 26.0. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa secara parsial jaringan usha berpengaruh terhadap perkembangan usaha yang terbukti dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel yaitu 2,670 > 2,020. Untuk variabel inovasi produk secara parsial berpengaruh terhadap perkembangan usaha yang terbukti dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel yaitu 4,227 > 2,020. Secara simultan jaringan usaha dan inovasi produk berpengaruh terhadap perkembangan usaha dibuktikan dengan nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu 15.450 > 3,23 dan memberikan sumbangan pengaruh sebesar 43,6% berdasatkan hasil dari uji koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa jaringan usaha dan inovasi produk berpengaruh terhadap perkembangan usaha batik di Jambi Kota Seberang. Dapat dijelaskan apabila tingkat jaringan usaha dan inovasi produk usaha batik tinggi, maka perkembangan usaha juga akan meningkat. Sebaliknya jika tingkat jaringan usaha dan inovasi produk usaha batik rendah, maka perkembangan usaha batik menurun.




