PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID TERHADAP HASIL BELAJAR TEMA 1 KELAS VI DI SDN 106162 MEDAN ESTATE
Kata Kunci:
Manajemen Kesiswaan, Kepemimpinan Pendidikan, Studi Komparatif, Sekolah Menengah Islam, Indonesia MalaysiaAbstrak
Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menentukan efektivitas pengelolaan peserta didik dan keberhasilan proses pembelajaran. Salah satu aspek penting dalam kepemimpinan pendidikan adalah manajemen kesiswaan, yang berfungsi mengelola peserta didik secara sistematis sejak proses penerimaan hingga penyelesaian studi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan implementasi manajemen kesiswaan di dua lembaga pendidikan menengah berbasis keislaman yang berada dalam konteks negara berbeda, yaitu MAN Insan Cendekia Pekalongan (Indonesia) dan Sekolah Menengah Agama Majelis Agama Islam Wilayah Persekutuan (SMA MAIWP) Kuala Lumpur (Malaysia). Kajian ini berangkat dari asumsi bahwa perbedaan sistem pendidikan, budaya kelembagaan, dan kebijakan nasional memengaruhi pola pengelolaan peserta didik di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi komparatif yang dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan guru pembina, observasi kegiatan kesiswaan, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Kerangka analisis penelitian ini didasarkan pada teori instructional leadership Hallinger, teori manajemen pendidikan Terry dan Robbins, ecological systems theory Bronfenbrenner, teori kebutuhan Maslow, serta pendekatan pendidikan komparatif Bray. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan di MAN Insan Cendekia Pekalongan dan SMA MAIWP Kuala Lumpur sama-sama menempatkan peserta didik sebagai pusat pengembangan pendidikan melalui sistem pembinaan terstruktur berbasis asrama. Namun demikian, terdapat perbedaan penekanan program, di mana MAN Insan Cendekia lebih menonjolkan penguatan akademik, riset, dan tahfidz Al-Qur’an, sementara SMA MAIWP lebih menekankan pembinaan keterampilan, kompetisi, dan pengembangan potensi siswa secara multidimensi. Temuan ini menegaskan bahwa konteks kelembagaan dan kebijakan pendidikan nasional berpengaruh signifikan terhadap implementasi manajemen kesiswaan. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian manajemen pendidikan serta menjadi rujukan praktis bagi pengembangan pengelolaan peserta didik di sekolah menengah berbasis keunggulan.




