KESALAHAN INTONASI DALAM PENGUCAPAN BAHASA JERMAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JERMAN: STUDI DESKRIPTIF
Kata Kunci:
Intonasi, Bahasa Jerman, Analisis Kesalahan, Fonetik, Mahasiswa DaFAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai jenis kesalahan intonasi yang dihasilkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan, dalam pengucapan bahasa Jerman. Intonasi sebagai salah satu unsur penting dalam prosodi memiliki peranan yang sangat vital dalam komunikasi lisan, khususnya dalam bahasa Jerman yang memiliki pola intonasi khas yang berbeda dengan bahasa Indonesia maupun bahasa daerah yang menjadi bahasa ibu mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa rekaman audio dari performa ujaran mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas serta simulasi percakapan. Partisipan penelitian terdiri atas 20 mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman UNIMED. Analisis data dilakukan berdasarkan teori fonetik dan fonologi bahasa Jerman, serta kerangka analisis kesalahan yang dikemukakan oleh Corder (1967) dan Lado (1957). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat kategori utama kesalahan intonasi, yaitu: (1) kesalahan pada intonasi menurun dalam kalimat deklaratif (fallende Intonation), (2) kesalahan pada intonasi kalimat tanya dengan kata tanya (W-Fragen), (3) ketidaktepatan pada intonasi kalimat tanya ya/tidak (Ja/Nein-Fragen), dan (4) kesalahan dalam penempatan tekanan kata (Wortakzent). Faktor utama yang menyebabkan kesalahan tersebut meliputi interferensi bahasa pertama, kurangnya latihan pengucapan berbasis fonetik, serta terbatasnya paparan terhadap ujaran penutur asli bahasa Jerman.




