ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE TERHADAP MAKNA SIMBOLIK KEARIFAN LOKAL SIGALE - GALE
Kata Kunci:
Semiotika Saussure, Sigale-Gale, Kearifan Lokal, Batak Toba, Penanda, PetandaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik yang terdapat dalam ritual Sigale-gale, yaitu boneka sakral dalam tradisi Batak Toba, dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Dalam kajian ini, semiotika dipahami sebagai ilmu yang mengkaji tanda-tanda dalam bahasa dan budaya beserta maknanya dalam konteks komunikasi manusia, sebagaimana dijelaskan oleh Hutagalung (2007). Hal ini sejalan dengan pandangan Brown dan Yule (1996) yang menekankan bahwa analisis wacana perlu dilakukan melalui pendekatan pragmatis terhadap penggunaan bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi etnografis, serta dokumentasi terhadap pelaksanaan ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur dalam Sigale-gale, seperti bentuk boneka, kain ulos, musik gondang, dan tarian tor-tor, membentuk suatu sistem tanda yang merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Batak Toba, termasuk penghormatan terhadap leluhur, solidaritas sosial, serta pemahaman tentang siklus kehidupan dan kematian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian kearifan lokal sekaligus memperkaya kajian semiotika budaya di Indonesia.




