PANCASILA DALAM KONSTRUKSI FILSAFAT; TINJAUAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGIS
Kata Kunci:
Filsafat Pancasila, Kompas Moral Teknologi, Karakter PKn SDAbstrak
Transformasi pendidikan di era digital saat ini menghadapi tantangan serius berupa disrupsi teknologi, seperti bias algoritma dan proliferasi konten negatif, serta ancaman sekularisasi ilmu pengetahuan yang bebas nilai (value-free). Penelitian ini bertujuan untuk mengonseptualisasikan rekonstruksi sistem pengetahuan dan penguatan karakter berbasis kerangka filosofis Pancasila secara komprehensif. Melalui metode kualitatif deskriptif-filosofis, kajian ini membedah karakteristik berpikir kefilsafatan, dialektika aliran filsafat dunia, serta bangunan tri-tunggal dimensi Pancasila dalam ranah hukum dan pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi ontologis Pancasila menempatkan manusia monodualis sebagai subjek hukum utama, sementara dimensi epistemologisnya berfungsi sebagai kompas moral dalam menyaring dampak teknologi. Selanjutnya, aspek aksiologis mengintegrasikan hierarki nilai kerohanian ke dalam pilar karakter Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Dasar, seperti toleransi dan gotong royong. Dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek (project-based) yang aplikatif, pendekatan ini mampu menjembatani kesenjangan antara pemahaman kognitif-teoretis siswa dan tindakan nyata di ruang digital maupun sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa Pancasila sebagai philosophische grondslag dan sumber dari segala sumber hukum bertindak sebagai arah keseimbangan nasional yang inklusif demi mewujudkan reformasi pendidikan nilai melalui sinergi kolektif seluruh pemangku kepentingan.




