KETIDAKSIAPAN MENTAL DAN KRISIS RUMAH TANGGA: STRATEGI KONSELING SPIRITUAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Penulis

  • Neza Azkia Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh Penulis
  • Salwa Khalida Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh Penulis
  • Agustina Miranda Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh Penulis
  • Muslima Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh Penulis

Kata Kunci:

Ketidaksiapan Mental, Krisis Rumah Tangga, Konseling Spiritual, Keluarga Islam, Keharmonisan Keluarga

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara ketidaksiapan mental dengan munculnya krisis rumah tangga serta merumuskan strategi konseling spiritual dalam perspektif Islam sebagai solusi yang relevan. Kajian ini penting dilakukan karena banyak pasangan memasuki pernikahan tanpa kesiapan psikologis, emosional, sosial, dan spiritual yang memadai, sehingga rentan mengalami konflik, disharmoni, bahkan perceraian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kesiapan mental, konflik rumah tangga, konseling keluarga, dan nilai-nilai spiritual Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ketidaksiapan mental dalam rumah tangga meliputi ketidakmatangan emosi, komunikasi yang buruk, egoisme, rendahnya tanggung jawab peran, harapan yang tidak realistis, lemahnya kemampuan menghadapi tekanan hidup, serta kurangnya fondasi spiritual. Faktor penyebab krisis rumah tangga terdiri atas masalah komunikasi, tekanan ekonomi, perselingkuhan, campur tangan pihak ketiga, lemahnya pengendalian emosi, dan minimnya pemahaman agama. Strategi konseling spiritual Islam yang efektif meliputi penanaman makna pernikahan sebagai ibadah, muhasabah diri, penguatan ibadah bersama, pelatihan komunikasi islami, penanaman nilai sabar, syukur, tawakal, mediasi konflik, serta pembinaan pranikah dan pascanikah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa konseling spiritual dapat menjadi model preventif dan kuratif dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan data sekunder sehingga belum melibatkan data lapangan secara langsung

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-01