Pendidikan Pancasila di Era Disrupsi: Menjaga Moral Bangsa di Dunia Digital
Kata Kunci:
Pendidikan Pancasila, Era Disrupsi, Moral Bangsa, Dunia Digital, Literasi DigitalAbstrak
Artikel ini membahas peran strategis pendidikan Pancasila dalam memperkuat moral bangsa di dunia digital, dengan menekankan pentingnya pembelajaran berbasis nilai, etika digital, dan tanggung jawab sosial. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur akademik, kebijakan pendidikan, serta fenomena moral di ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai pedoman etika di tengah maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan degradasi moral. Pembahasan menekankan pentingnya integrasi nilai Pancasila dalam pembelajaran berbasis teknologi, penguatan literasi digital beretika, serta peran guru sebagai agen moral bangsa. Pendidikan Pancasila di era disrupsi perlu diaktualisasikan melalui pendekatan yang kreatif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan digital peserta didik, seperti pemanfaatan media sosial untuk kampanye nilai Pancasila dan literasi digital beretika. Dengan demikian, pendidikan Pancasila bukan hanya menjadi mata pelajaran formal, melainkan menjadi pedoman hidup yang membentuk generasi muda berkarakter, cerdas secara moral, dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri bangsa. Kesimpulannya, pendidikan Pancasila perlu dikontekstualisasikan agar sesuai dengan tantangan dunia digital. Dampaknya, generasi muda mampu menjadi pengguna teknologi yang beretika, kritis, dan berintegritas sehingga moral bangsa tetap terjaga di era global.




