Ruang Ibadah Yang Mencerminkan Kasih dan Keterbukaan: Strategi Meningkatkan Inklusivitas dan Kesejahteraan Spiritual di Lingkungan Komunitas
Kata Kunci:
Ruang Ibadah Inklusif, Kasih, Keterbukaan, Kesejahteraan Spiritual, Desain Universal, Harmoni Sosial, Arsitektur Sakral, Psikologi LingkunganAbstrak
Jurnal ini secara komprehensif mengeksplorasi konsep dan strategi yang esensial dalam membentuk ruang ibadah yang tidak hanya fungsional secara ritual, tetapi juga secara inheren inklusif dan merefleksikan nilai-nilai kasih serta keterbukaan dalam lanskap masyarakat modern yang semakin multikultural dan pluralistik. Dengan menganalisis secara mendalam berbagai aspek mulai dari desain arsitektural hingga dinamika pengelolaan dan dampaknya terhadap psikologi pengguna, penelitian ini mengemukakan argumen krusial bahwa ruang ibadah harus mengalami transformasi signifikan. Transformasi ini mengubahnya dari sekadar lokasi pelaksanaan ritus keagamaan menjadi sebuah pusat komunitas yang dinamis, berfungsi sebagai katalisator untuk mempromosikan kesejahteraan spiritual yang holistik dan harmoni sosial yang berkelanjutan. Berbagai prinsip desain inovatif, seperti aksesibilitas universal yang memastikan setiap individu dapat mengakses ruang, desain biofilik yang menghubungkan manusia dengan alam, serta fleksibilitas tata ruang yang adaptif, diidentifikasi sebagai pilar utama dalam perwujudan ruang ibadah modern. Selain itu, ditekankan pula pentingnya program pelatihan yang komprehensif bagi para pengelola dan inisiatif program lintas iman yang memfasilitasi dialog. Tujuan utama dari jurnal ini adalah untuk menyajikan rekomendasi praktis dan terimplementasi bagi para arsitek, perencana kota, pemimpin agama, dan pemangku kepentingan lainnya, guna mewujudkan ruang ibadah yang benar-benar menyambut, mendukung, dan memberdayakan semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.




