Model Bangunan Gereja Tungku, Lahad Datu, Sabah: Integrasi Spiritualitas, Fungsi, dan Adaptasi Iklim Tropis
Kata Kunci:
Gereja Tungku, Desain Arsitektur, Bintang Lima, Ruang Spiritual, Arsitektur Tropis, InklusivitasAbstrak
Gereja Tungku di Lahad Datu dirancang untuk menjadi tempat ibadah dan pusat sosial yang membangun suasana mendalam bagi jemaatnya. Model arsitektur ini secara khusus mengintegrasikan estetika dan kegunaan praktis, dengan fokus pada nilai-nilai spiritual, kenyamanan termal, serta efisiensi penggunaan ruang multi-fungsi. Desain gereja mengadopsi bentuk bintang lima, melambangkan penyebaran cinta dan pelayanan yang luas, serta spiritualitas yang kuat dan dinamis. Selain itu, desain ini merespons iklim tropis Lahad Datu melalui penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan, termasuk pemilihan material konstruksi eco-friendly, optimasi pencahayaan alami, dan sistem ventilasi silang. Prinsip desain inklusif juga ditekankan untuk memastikan aksesibilitas dan partisipasi penuh bagi semua jemaat, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode desain kuliatatif dan literatur yang berbasis studi kasus dan analisis fungsi untuk menghasilkan model bangunan yang relevan secara teologis, fungsional, dan ekologis.




