Peran Shajar al-Durr dalam Politik Mesir Abad ke-13

Penulis

  • Intan Wulansari Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta Penulis
  • Daud Rasyid Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta Penulis
  • Abdullah Ghulam Nazih Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta Penulis
  • Dewi Nurani Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta Penulis
  • Evalinda Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Shajar Al-Durr, Politik Mesir Abad Ke-13, Dinasti Ayyubiyah, Dinasti Mamluk

Abstrak

Penelitian ini mengkaji peran Shajar al-Durr dalam dinamika politik Mesir abad ke-13, terutama pada masa transisi dari Dinasti Ayyubiyah menuju Mamluk, serta kontribusinya dalam mempertahankan stabilitas negara di tengah ancaman internal dan eksternal. Kajian ini dilatarbelakangi oleh minimnya penelitian yang menempatkan perempuan sebagai aktor sentral dalam sejarah politik Islam pra-modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan menelaah kronik klasik dan studi kontemporer dari cendekiawan Muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shajar al-Durr memainkan peran administratif dan politis yang signifikan, seperti menjaga kelangsungan pemerintahan setelah wafatnya Sultan al-Ṣāliḥ, mengoordinasikan manajemen krisis selama Perang Salib VII, serta menjadi katalis utama dalam munculnya struktur kekuasaan Mamluk. Temuan juga menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak hanya didorong oleh kondisi darurat, tetapi juga oleh kapasitas personal berupa kecerdasan politik, jaringan patronase, dan kemampuan mengelola legitimasi simbolik. Diskusi penelitian memperlihatkan bahwa meskipun masa pemerintahannya singkat dan kontroversial, Shajar al-Durr memberikan fondasi penting bagi konsolidasi kekuasaan Mamluk, sekaligus membuka ruang bagi pembacaan ulang peran perempuan dalam sejarah politik Islam.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01