Analisis Interpretatif M. Hasbi Ash-Shiddieqy tentang Kriteria Sariq dalam Surah Al-Maidah Ayat 38 dan Pembatasan Sanksi Hadd Bagi Residivis

Penulis

  • Sikha Afiah Nur Afidah Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Akbar Surabaya Penulis
  • Silvinatin Al Masithoh Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Akbar Surabaya Penulis

Kata Kunci:

Hasbi Ash-Shiddieqy, Tafsir An-Nur, Al-Maidah 5:38, Hukuman Pencurian, Fiqhi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam penafsiran T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy terhadap Surah Al-Maidah ayat 5:38 tentang hukuman pencurian dalam karyanya, Tafsir Al-Qur'anul Majid An-Nur. Kajian ini penting dilakukan mengingat corak hukum (fiqhi) yang kental dalam tafsir Hasbi dan relevansi hukuman hudud dalam konteks modern. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), data primer diambil langsung dari Tafsir An-Nur, yang kemudian diperkuat dan dianalisis melalui ekstraksi dan integrasi referensi sekunder sejenis. Temuan utama menunjukkan bahwa Hasbi Ash-Shiddieqy menafsirkan hukuman potong tangan dengan batasan yang rasional dan adaptif, yakni lebih ditujukan kepada residivis (pencuri berulang). Ia juga menekankan bahwa penerapan hukuman tersebut adalah kewenangan hakim sebagai upaya terakhir, dan dapat gugur dengan tobat sebelum sampai ke pengadilan, sehingga mencerminkan posisi moderat dalam hukum pidana Islam.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01