Analisis Broken Home terhadap Minat Belajar Matematika pada Siswa Sekolah Dasar
Kata Kunci:
Broken Home, Minat Belajar Matematika, Siswa Sekolah DasarAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi keluarga broken home terhadap minat belajar matematika pada siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya minat belajar matematika yang dialami siswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga tidak harmonis, sehingga berdampak pada konsentrasi, motivasi, dan pemahaman materi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di SD Negeri 2 Sukoharjo II. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa kelas IV yang mengalami kondisi broken home serta satu guru wali kelas sebagai subjek pendukung. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai minat belajar matematika siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi broken home berpengaruh terhadap rendahnya minat belajar matematika siswa, yang ditandai dengan kurangnya fokus belajar, mudah merasa bosan, serta kesulitan memahami konsep matematika. Faktor penyebabnya meliputi kondisi emosional yang tidak stabil, minimnya dukungan belajar di rumah, dan lingkungan keluarga yang kurang kondusif. Meskipun demikian, peran guru melalui pendekatan personal, pemberian motivasi, dan strategi pembelajaran yang menyenangkan mampu membantu meningkatkan minat belajar matematika siswa. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari sekolah dan keluarga agar siswa dari keluarga broken home dapat mengembangkan minat belajar matematika secara optimal.




