Ketimpangan dalam Dunia Kerja: Tantangan Gender, Ras, dan Etnik di Sektor Ketenagakerjaan

Penulis

  • Fadhil Reyhan Abda’u Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Alvioni Tri Khasanah Ardiyani Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Alvina Nurul Aini Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Muhammad Irfan Suhada Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Nina Farliana Universitas Negeri Semarang Penulis

Kata Kunci:

Ketimpangan Kerja, Gender, Ras, Etnik, Diskriminasi, Kesetaraan Kerja

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan dalam dunia kerja berdasarkan gender, ras, dan etnik masih menjadi permasalahan yang signifikan dalam sistem ketenagakerjaan di Indonesia. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa budaya patriarki, diskriminasi dalam proses rekrutmen dan promosi jabatan, serta ketidakadilan dalam pemberian upah menjadi faktor utama penyebab ketimpangan. Berbagai kebijakan kesetaraan dan regulasi anti-diskriminasi sebenarnya telah diterapkan, namun implementasinya belum sepenuhnya efektif karena masih lemahnya pengawasan serta kuatnya budaya organisasi yang belum inklusif. Kelemahan solusi sebelumnya terletak pada pendekatan yang cenderung normatif dan belum menyentuh perubahan budaya kerja secara menyeluruh. Penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan perspektif gender dan karakteristik sosial dalam analisis ketimpangan kerja, serta menekankan pentingnya reformasi regulasi dan kepemimpinan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk ketimpangan, menganalisis faktor penyebab serta dampaknya terhadap kesejahteraan pekerja, dan merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih berkeadilan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dan penyebaran kuesioner dengan teknik purposive sampling, yang dianalisis menggunakan analisis tematik serta triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan dalam dunia kerja bersifat multidimensional dan berdampak pada kesejahteraan ekonomi maupun psikologis pekerja, sehingga diperlukan penguatan regulasi, kebijakan afirmatif, serta perubahan budaya organisasi untuk menciptakan sistem ketenagakerjaan yang lebih setara dan inklusif.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-01