Hakikat Manusia Dalam Perspektif Islam dan Implikasinya Terhadap Kebijakan Pendidikan

Penulis

  • Afriantoni Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Penulis
  • Nykhen Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Penulis
  • Tri Uli Manda Sari Universitas Islam Negeri Raaden Fatah Palembang Penulis
  • M Daffa Abhiyasa Universitas Islam Negeri Raaden Fatah Palembang Penulis
  • M Ferdy Hasan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Penulis

Kata Kunci:

Hakikat Manusia, Pendidikan Islam, Kebijakan Pendidikan, Insan Kamil, Karakter

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hakikat manusia dalam perspektif Islam serta implikasinya terhadap kebijakan pendidikan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman mengenai konsep manusia sebagai  dasar dalam menentukan arah, tujuan, dan pelaksanaan pendidikan. Dalam praktiknya, sistem pendidikan modern sering kali lebih berorientasi pada aspek akademik dan kebutuhan pasar kerja, sehingga berpotensi mengabaikan dimensi spiritual, moral, dan sosial peserta didik. Oleh karena itu, konsep hakikat manusia dalam Islam perlu dikaji sebagai landasan filosofis dalam pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang relevan dengan konsep manusia dalam Islam dan kebijakan pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) terhadap berbagai sumber yang telah diklasifikasikan berdasarkan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki kedudukan sebagai abdullah (hamba Allah) dan khalifah fil ardh (pemimpin di bumi). Manusia memiliki potensi berupa akal, fitrah, moralitas, serta dimensi jasmani, ruhani, intelektual, dan sosial yang harus dikembangkan secara seimbang. Berdasarkan konsep tersebut, pendidikan bertujuan membentuk insan kamil, yaitu manusia yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menjalankan tanggung jawab sosialnya. Implikasi terhadap kebijakan pendidikan meliputi pengembangan kurikulum yang integratif, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, sistem evaluasi yang komprehensif, serta penguatan pendidikan karakter dan spiritualitas. Dalam konteks Indonesia, konsep hakikat manusia dalam Islam relevan untuk mendukung penguatan pendidikan karakter, implementasi Merdeka Belajar, serta pengembangan lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya. Dengan demikian, konsep hakikat manusia dalam Islam dapat menjadi landasan filosofis bagi kebijakan pendidikan yang humanis, holistik, dan berkelanjutan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-01