Implementasi Asesmen Diagnostik Untuk Mengindetifikasi Pemahaman Awal Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Muhammadiyah Plus
Kata Kunci:
Asesmen Diagnostik, Pemahaman Awal, Pembelajaran, Sekolah Dasar, Peserta DidikAbstrak
Pemahaman awal peserta didik merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Namun, masih banyak guru yang belum secara sistematis mengidentifikasi kemampuan awal siswa sebelum memulai pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi asesmen diagnostik dalam mengidentifikasi pemahaman awal siswa sekolah dasar sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas VI sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes diagnostik, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik mampu mengelompokkan tingkat pemahaman awal siswa ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Sebanyak 25% siswa berada pada kategori tinggi, 55% kategori sedang, dan 20% kategori rendah. Informasi yang diperoleh dari asesmen diagnostik membantu guru dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Selain itu, guru dapat menentukan materi pengayaan maupun remedial secara lebih tepat. Dengan demikian, implementasi asesmen diagnostik efektif digunakan untuk mengidentifikasi pemahaman awal siswa dan mendukung pembelajaran yang lebih diferensiatif serta berpusat pada peserta didik.




